Showing posts with label fungsi propolis. Show all posts
Showing posts with label fungsi propolis. Show all posts

Sunday, July 19, 2015

Terapi Kanker tingkat Lanjut

Dr. Osamu MIZUKAMI adalah pemilik Klinik Promosi Kesehatan di Tokyo (Healath Promotion Clinic, Tokyo). Klinik itu disebutnya sebagai tempat pengobatan komplementer, terutama untuk pada penderita kanker stadium lanjut. beliau telah menangani lebih dari 4000 pasien kanker dan 90% diantaranya menderita berbagai macam kanker tingkat lanjut.
 
Alasan Dr Mizukami mendirikan klinik komplementer adalah karena kekecewaannya kepada obat-obat kanker konvensional yang tidak mampu menyembuhkan penyakit kanker. Demikian juga beberapa tindakan medis penanganan kanker seperti operasi, kemoterapi dan radio-terapi. Hal itu beliau sadari sejak masih mahasiswa kedokteran. Rasa penasaran itu akhirnya menumbuhkan niat mulia Dr Mizukami setelah menggunakan propolis.

Kasiat Propolis dan Daun Murbei untuk Diabetes

Daun murbei (Morus alba L.), sebagai salah satu bahan ramuan herbal tradisional China, telah digunakan untuk mengobati diabetes mellitus dan untuk mengurangi rasa haus. Dari ekstrak daun murbei, telah terdeteksi 6 macam gula mengandung N, seperti N-metil-1-deoxynojirimycin, 2- O- D-galactopyranosyl-DNJ, dan fagomine, yang diduga  berkasiat sebagai antihiperglikemik. Lebah, membuat propolis dengan mengumpulkan balsam atau nektar dari berbagai pohon dan tanaman. Mereka kemudian mencampur getah dan cairan tanaman itu dengan air liur dan berbagai flavonol aktif seperti quercetin, yang juga telah menunjukkan kasiat antihiperglikemik. Ekstrak air panas dari daun murbei dicampur dengan ekstrak etanol dari propolis yang diberi nama Quapolis. Kami meneliti efek dari propolis yang dicampur dengan ekstrak daun murbei pada pasien diabetes tipe 2. Semua pasien memiliki masalah kontrol glukosa darah yang perawatan konvensional seperti sulfonilurea dan/atau inhibitor glucosidase yang tidak efektif untuk mereka.


Tuesday, August 2, 2011

Propolis sebagai Anti Mikroba


Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri dari propolis dan ekstraknya terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis mempunyai aktivitas antibakteri terhadap berbagai baksil (bakteri berbentuk batang) Gram-positif tetapi memiliki kegiatan terbatas terhadap baksil Gram-negatif (Vokhonina et al, 1969; Akopyan et al, 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976). Ugur dan Arslan (2004) menyelidiki aktivitas antibakteri dan antijamur dari ekstrak aseton dan ekstrak sulfoxide dimetil (DMSO) dari 45 macam sampel propolis dari propinsi Mugla Turki. Mereka menemukan bahwa aktivitas antimikroba propolis sangat bervariasi tergantung pada sampel propolis, dosis propolis, dan ekstraksi pelarut untuk semua sampel propolis yang diuji. Aktivitas antimikroba semua sampel propolis meningkat dengan meningkatnya dosis tanpa mencapai titik jenuh pada dosis tertinggi yang diuji. Kecuali untuk Brucella melitensis, yang DMSO ekstrak semua sampel propolis lebih aktif daripada ekstrak aseton sampel yang sama. Untuk B. melitensis, ekstrak aseton propolis dari semua sampel menunjukkan aktivitas yang lebih kuat. Mikroorganisme yang paling sensitif terhadap propolis adalah Shigella sonnei dalam kelompok Gram-negatif dan Streptococcus mutan di-Gram positif. Antibiotik standar digunakan sebagai pembanding dan hasilnya menunjukkan bahwa propolis sampel dari propinsi Mugla Turki memiliki efek penghambatan yang sama atau lebih besar pada S. mutans, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, dan S. sonnei.

Wednesday, January 6, 2010

Propolis untuk Kesehatan Jantung


Peti mati dan lokasi pemakaman Tarsisius Sarbini telah disiapkan. Kondisi pria 61 tahun itu memburuk akibat penyakit jantung koroner. Dokter menawarkan operasi by pass untuk mengatasi pencabut nyawa nomor wahid itu, tetapi keluarga menolak … dst… silakan di baca di Trubus edisi Januari 2010 halaman 12

Sunday, June 8, 2008

Kasiat Propolis sebagai Antibiotik

A. Kujumgiev, I. Tsvetkova, Yu. Serkedjieva, V. Bankova, R. Christov and S. Popov .

Antibacterial, antifungal and antiviral activity of propolis of different geographic originJournal of Ethnopharmacology. 64 (3) 1999: 235-240

Institute of Microbiology, Bulgarian Academy of Sciences, 1113 Sofia, Bulgaria
Institute of Organic Chemistry with Centre of Phytochemistry, Bulgarian Academy of Sciences, 1113 Sofia, Bulgaria


Abstract
Propolis samples from different geographic origins were investigated for their antibacterial (against Staphylococcus aureus and Escherichia coli), antifungal (against Candida albicans) and antiviral (against Avian Influenza Virus) activities. All samples were active against the fungal and Gram-positive bacterial test strains, and most showed antiviral activity. The activities of all samples were similar in spite of the differences in their chemical composition. In samples from the temperate zone, flavonoids and esters of phenolic acids are known to be responsible for the above mentioned activities of bee glue; tropical samples did not contain such substances but showed similar activities. Obviously, in different samples, different substance combinations are essential for the biological activity of the bee glue. It seems that propolis has general pharmacological value as a natural mixture and not as a source of new powerful antimicrobial, antifungal and antiviral compounds.

Author Keywords: Propolis; Antibacterial activity; Antifungal activity; Antiviral activity

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Friday, January 25, 2008

Cara Mengonsumsi Propolis

  1. Diminum: teteskan ke 1/4 - 1/2 gelas air putih, seduh dengan pengaduk non-logam dan minum; dosis: orang sehat 3-5 tetes 3 kali sehari, penderita sakit 5-7 tetes 4-5 kali sehari (sebaiknya sebelum makan)। Dosis tersebut tidak mengikat dan tergantung kebutuhan. Dianjurkan mulai dengan dosis rendah (3 tetes). Untuk terapi kanker dapat mencapai 2 botol sehari
  2. Penyembuhan luar: oleskan secara merata pada bisul, jerawat, bagian tubuh yang luka atau mengalami infeksi
  3. Dikonsumsi bersama dengan obat-obat lainnya, diminum 15 - 30 menit sebelumnya

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Thursday, January 24, 2008

Kegunaan Melia Propolis

Kegunaan Melia Propolis bagi manusia meliputi:
  1. Suplementasi. Melia Propolis sebagai nutrisi suplemen
    mengandung:
    a. Semua jenis vitamin, kecuali vitamin K
    b. Semua mineral kecuali sulfur
    c. 16 macam rantai asam amino
    d. Bioflavonoid (zat anti oksidan alami yang sangat kuat)
  2. Penyembuhan. Secara garis besar fungsi Melia Propolis sebagai
    penyembuh dan pencegah berbagai penyakit adalah sebagai
    berikut:
    a. Anti virus, anti bakteri dan anti jamur: flu, demam
    berdarah, polio, diare, thypus, keputihan, eksim, panu,
    kadas, kurap, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh
    virus, bakteri atau jamur.
    b. Anti peradangan: maag, radang usus, radang tenggorokan,
    pegal-pegal, rheumatik, gangguan ginjal, wasir, sakit gigi dan
    lain-lain peradangan dan luka.
    c. Anti Alergi: asthma dan berbagai penyakit alergi lainnya.
    d. Anti Kanker: kanker, tumor, keloid, kista, mium dan
    lain-lain penyakit akibat gangguan sel.
    e. Penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan
    pembuluh darah dan sistem kelenjar
    : asam urat,
    kolesterol, trigliserin, diabetes, stroke, jantung, ginjal
    dan lain-lain penyakit terkait dengan sistem pembuluh
    dan kelenjar. [ ]